Kolom Dr. Yusdinur
Masyarakat baik (good society) adalah gambaran ideal tentang sebuah masyarakat. Ia merupakan bentuk masyarakat yang dicita-citakan. Dalam pandangan awam, masyarakat baik itu barangkali adalah masyarakat yang makmur, semua warganya mempunyai pekerjaan, bisa menyekolahkan anaknya dengan baik, sembako murah dan terjangkau, akses kesehatan mudah dan murah, dan sebagainya.
Dalam konteks tertentu, masyarakat baik itu barangkali sejalan dengan konsep masyarakat Jawa dengan ungkapan ”gemah ripah lohjinawi”, dimana rakyat dalam sebuah negara hidup aman, tenteram, subur dan makmur. Atau konsep profetik “baldatun thayyibatun wa rabbun ghofur”, negeri yang baik (seluruh bentuk kebaikan) dan mendapatkan ampunan dari Rabnya. Barangkali banyak konsep lainnya yang bisa memperkaya perspektif tentang masyarakat baik ini.
Tentu saja, setiap komunitas masyarakat, baik yang berbasis ras, etnis, agama, budaya, dan bangsa, akan mempunyai gambaran berbeda tentang sebuah masyarakat baik ini. Bisa jadi, masyarakat Barat modern yang dianggap sebagai sebuah masyarakat ideal karena penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi misalnya, belum tentu merupakan masyarakat yang baik bagi sebagian bangsa Timur.
Meskipun tidak mudah dalam menilai sebuah masyarakat baik atau tidak baik, indikator-indikator universal bisa kita gunakan untuk mengukur sebuah masyarakat baik. Diantara indikator-indikator tersebut adalah tingkat kesejahteraan ekonomi, keadilan sosial, akses pendidikan, kesehatan dan layanan publik, partisipasi, toleransi, keberlanjutan lingkungan hidup, kondisi keamanan, dan sebagainya.
Masyarakat yang secara ekonomi sejahtera, kondisi kemiskinan dan kemelaratan rendah, akses terhadap pekerjaan mudah, pertumbuhan ekonomi inklusif dan merata yang dinikmati oleh sebagian besar rakyat, adalah gambaran ideal masyarakat baik dari sisi ekonomi.
Masyarakat baik juga dilihat dari bagaimana praktek keadilan sosial dilakukan. Apakah semua anggota masyarakat memiliki akses yang adil terhadap hukum dan sistem peradilan. Masyarakat yang baik menolak segala bentuk diskriminasi berdasarkan ras, agama, jenis kelamin, atau aspek lainnya.
Akses pendidikan, kesehatan dan layanan publik lainnya juga merupakan indikator dari sebuah masyarakat dikatakan baik, dimana semua anggota masyarakat memiliki akses yang adil dan inklusif terhadap pendidikan, kesehatan, dan layanan publik yang berkualitas dan terjangkau.
Yang juga sangat penting, masyarakat baik itu adalah masyarakat yang tatanan sosialnya tidak korup. Jika tatanan sosialnya korup, dimana struktur sosial, nilai-nilai, norma-norma, dan institusi sosial cenderung korup, apalagi korupnya bersifat massif, maka tentu saja itu bukahlah sebuah masyarakat yang baik, melainkan masyarakat sakit. (Depok, Jan 2025)


















































