• Latest
  • Trending
  • All
  • Cerita
  • Kolom
Kebencian itu..

Kebencian itu..

18 March 2025
Transforming Users into Guardians: The Role of Digital Literacy among Youth in Breaking the Chain of Trafficking in Persons

Transforming Users into Guardians: The Role of Digital Literacy among Youth in Breaking the Chain of Trafficking in Persons

18 March 2026
Synergistic Multi-Sector Strategies in Combating Trafficking in Persons: Identifying Key Determinants and Prevention Mechanisms for Youth At Risk

Synergistic Multi-Sector Strategies in Combating Trafficking in Persons: Identifying Key Determinants and Prevention Mechanisms for Youth At Risk

16 March 2026
Dilema Modernitas: Pudarnya Jejak Kearifan Lokal di Tanah Nusantara

Dilema Modernitas: Pudarnya Jejak Kearifan Lokal di Tanah Nusantara

2 February 2026
Nature-based Solutions (NBS) untuk Krisis Iklim

Nature-based Solutions (NBS) untuk Krisis Iklim

12 December 2025
Etika Global, Mimpi Perubahan dan Cita Ideal Masyarakat Madani

Etika Global, Mimpi Perubahan dan Cita Ideal Masyarakat Madani

1 September 2025
Modernitas, Kemunduran Peradaban, dan Tantangan Ummat

Modernitas, Kemunduran Peradaban, dan Tantangan Ummat

20 July 2025
Tantangan Transisi Energi untuk Mitigasi Iklim

Tantangan Transisi Energi untuk Mitigasi Iklim

25 June 2025
Arah Agenda Politik Kehutanan Pasca Orde Baru

Arah Agenda Politik Kehutanan Pasca Orde Baru

16 June 2025
Kepemimpinan Global

Kepemimpinan Global

20 April 2025
Adaptasi Iklim: Wacana Elit dan Kearifan Lokal

Adaptasi Iklim: Wacana Elit dan Kearifan Lokal

11 April 2025
Kapasitas Korporasi dalam Transformasi Konflik Sosial

Kapasitas Korporasi dalam Transformasi Konflik Sosial

7 April 2025
Aktivis, Pejuang Reformasi, Lantas IP Nol

Aktivis, Pejuang Reformasi, Lantas IP Nol

6 April 2025
  • About Blog
  • Dr. Yusdinur
  • Email
Wednesday, 3 June 2026
No Result
View All Result
Blog Dr. Yusdinur
No Result
View All Result
Home Kolom

Kebencian itu..

by Yusdi
18 March 2025
in Kolom
0
Kebencian itu..
508
SHARES
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kolom Dr. Yusdinur

“If people can learn to hate, they can be taught to love” (Nelson Mandela).

Entah mengapa kebencian itu hadir. Dan entah mengapa ia begitu mudah lahir, memasuki relung-relung jiwa yang kosong. Ia mengalir begitu saja bagai air mencari tempatnya. Lalu mengendap dalam jiwa-jiwa individu, kelompok sosial dan sosietal. Semakin lama, endapan kebencian itu semakin tebal dan merusak jiwa-jiwa.

Padahal yang dibenci itu adalah manusia, bukan hewan, bukan juga tumbuhan. Kebencian mematikan rasionalitas dan menutupi kebenaran yang datang dari luar. Kebencian tidak sama dengan sikap kritis, karena sikap kritis bersumber pada pemikiran kritis (critical thinking) yang berbasis pada rasionalitas dan ilmu pengetahuan.

Kebencian sesama manusia bukanlah fenomena baru. Ia sudah ada sejak komunitas manusia pertama datang di muka bumi, lalu berkembang dan melekat dalam berbagai peradaban manusia.

Jatuh bangun peradaban-peradaban besar manusia tak bisa dilepaskan dari kebencian yang lahir dari dalam diri individu, dalam kelompok sosial, dan dalam masyarakat. Sebagai fenomena yang melekat dalam sejarah, kebencian melahirkan berbagai konflik, perebutan sumberdaya, perang dan pertumpahan darah.

Kebencian itu bisa tumbuh dan mengakar dalam ideologi politik, dalam tafsir religiusitas, dan dalam praktek kultural etnosentrisme. Kebencian juga bisa muncul dari tatanan sosial yang timpang dan tidak adil, serta penguasaan sumberdaya yang melahirkan dominasi, eksploitasi, dan marjinalisasi dalam masyarakat.

Jika demikian kondisinya, maka kebencian itu perlu dicari akar tumbuh kembangnya dalam individu, dalam kelompok-kelompok sosial, dan di tingkat sosietal. Jika akar kebencian itu sudah diperoleh, maka upaya untuk menghambat pertumbuhannya dan membasmi secara mendasar, akan bisa dilakukan dengan lebih baik.

Jika akar kebencian itu adalah perbedaan ideologi politik, maka aktor-aktor politik powerful dalam arena politik perlu membangun konsensus bersama tentang bagaimana kekuasaan itu dikelola secara benar, tanpa saling menyakiti antar kekuatan politik yang berbeda, dalam koridor demokrasi liberal yang kita jalankan.

Jika akar kebencian itu bersumber dari tafsir religiusitas, apapun agamanya, maka dibutuhkan upaya untuk memperkuat tafsir religiusitas yang benar..

Jika akar kebencian itu bersumber dari tafsir religiusitas, apapun agamanya, maka dibutuhkan upaya untuk memperkuat tafsir religiusitas yang benar, yang mengarah pada visi kemanusiaan, pada pola relasional inklusif, yang memandang manusia itu sama dari sisi kemanusiaan.

Jika  akar kebencian itu lahir dari praktek kultural etnosentrisme, maka dibutuhkan konsensus bersama untuk membangun dan memperkuat praktek kultural inklusif dalam masyarakat kita yang majemuk. Perlu ada upaya untuk mengikis stigma dan prasangka yang berkembang dalam masyarakat.

Di sisi lain, jika kebencian itu hadir karena tatanan sosial yang timpang dan tidak adil, serta dipenuhi oleh dominasi, eksploitasi dan marjinalisasi, maka yang perlu dilakukan adalah memperbaiki tatanan sosial tersebut sesuai dengan konsensus bersama untuk melahirkan masyarakat inklusif.

Tentu tidak mudah menghentikan aliran kebencian yang sedang mengalir deras. Juga tidak mudah mengeruk endapan kebencian yang sudah lama menumpuk, apalagi dalam masyarakat yang terbelah karena perbedaan ideologi politik dan tafsir religiusitas ekstrem.

Namun demikian, seperti kata Nelson Mandela, jika orang/kelompok sosial/sosietal dapat belajar untuk membenci, maka sesungguhnya mereka juga dapat diajarkan untuk saling mencintai. Mungkinkah? (Depok, Maret 2025)

(Foto: pinterest.com)

Tags: hubungan sosialkebencian
SendShare203Tweet127
Yusdi

Yusdi

Related Posts

Kepemimpinan Global

Kepemimpinan Global

by Yusdi
20 April 2025
0

Kolom Dr. Yusdinur Perubahan dunia berlangsung sangat cepat. Perkembangan teknologi informasi membuat ruang dan jarak menjadi sempit. Kehidupan kita menjadi...

Jangan Abai Sekolahmu

Jangan Abai Sekolahmu

by Yusdi
19 March 2025
0

Kolom Dr. Yusdinur Di media sosial, banyak orang mempertentangkan penting tidaknya sekolah untuk mencapai sukses dan menjadi kaya. Sebagian orang...

Nalar Intelektual

Nalar Intelektual

by Yusdi
17 March 2025
0

Kolom Dr. Yusdinur Kita sering mendengar istilah intelektual dan kaum intelektual. Intelektual biasanya merujuk pada sebuah kondisi tentang kecerdasan dan...

Masyarakat Baik

Masyarakat Baik

by Yusdi
6 February 2025
0

Kolom Dr. Yusdinur Masyarakat baik (good society) adalah gambaran ideal tentang sebuah masyarakat. Ia merupakan bentuk masyarakat yang dicita-citakan. Dalam...

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Modernitas, Kemunduran Peradaban, dan Tantangan Ummat

Modernitas, Kemunduran Peradaban, dan Tantangan Ummat

20 July 2025
Gerakan Mahasiswa: Dari Cordoba, Tiananmen, dan Reformasi 98

Gerakan Mahasiswa: Dari Cordoba, Tiananmen, dan Reformasi 98

27 March 2025
Kepemimpinan Global

Kepemimpinan Global

20 April 2025
Konflik Politik dan Pembelahan Sosial: Tinjauan Teoritis

Konflik Politik dan Pembelahan Sosial: Tinjauan Teoritis

0
Pembelahan Sosial Pada Periode Awal Kemerdekaan

Pembelahan Sosial Pada Periode Awal Kemerdekaan

0
Masyarakat Baik

Masyarakat Baik

0
Transforming Users into Guardians: The Role of Digital Literacy among Youth in Breaking the Chain of Trafficking in Persons

Transforming Users into Guardians: The Role of Digital Literacy among Youth in Breaking the Chain of Trafficking in Persons

18 March 2026
Synergistic Multi-Sector Strategies in Combating Trafficking in Persons: Identifying Key Determinants and Prevention Mechanisms for Youth At Risk

Synergistic Multi-Sector Strategies in Combating Trafficking in Persons: Identifying Key Determinants and Prevention Mechanisms for Youth At Risk

16 March 2026
Dilema Modernitas: Pudarnya Jejak Kearifan Lokal di Tanah Nusantara

Dilema Modernitas: Pudarnya Jejak Kearifan Lokal di Tanah Nusantara

2 February 2026
Blog Dr. Yusdinur

Copyright ©2026

Tentang

  • About Blog
  • Dr. Yusdinur
  • Email

Medsos

No Result
View All Result

Copyright ©2026