Hidup itu sangat dinamis. Hidup juga penuh tantangan. Semua orang di dunia menghadapi tantangan yang berbeda. Orang super kaya sekalipun, tetap menghadapi tantangan yang tidak ringan, ditengah kemewahan dan kelimpahan harta yang mereka miliki.
Bisa jadi, si kaya tidak bisa tidur nyenyak dan ngorok seperti gelandangan yang tidur di pinggir jalan. Bisa jadi juga, si kaya tidak pernah bisa menikmati makanan mewah dan mahal seperti halnya pengemis makan makanan murah pinggir jalan dengan lahapnya.
Jadi, untuk apa kekayaan jika tak bisa menikmatinya. Untuk apa kekayaan jika tak membawa kebahagiaan. Tentu saja ini bukan logika yang tepat. Biarlah itu menjadi urusan mereka yang kaya tapi tak bahagia. Yang perlu dipertanyakan adalah mengapa ada sebagian orang yang kaya raya dan sebagian besar lainnya masih berjuang untuk makan hari ini?
Jika kamu miskin, maka tanyakan kembali pada dirimu, apa yang salah? Apa yang salah saat anakmu tak sanggup melanjutkan pendidikan ke universitas? Apa yang salah saat anakmu menjadi pengangguran dan lebih suka tawuran?
Kalau yang miskin itu hanya kamu sendiri, kalau yang tak sanggup melanjutkan pendidikan ke universitas hanya anakmu sendiri, atau kalau yang menjadi pengangguran adalah anakmu saja, maka itu adalah masalahmu, bukan masalah orang lain. Mungkin kamu malas, mungkin anakmu tidak mau belajar, dan mungkin juga anakmu tidak mau bekerja.
Tetapi, jika yang miskin itu bukan hanya kamu, jika yang tak sanggup melanjutkan pendidikan ke universitas itu bukan hanya anakmu, dan jika yang menganggur itu juga anak-anak orang lain, maka hal ini bukan lagi masalahmu. Ia sudah menjadi masalah kita bersama.
Sebagai masalah kita bersama, maka kita perlu bertanya kepada masyarakat kita, kepada pemimpin kita, kepada mereka yang tahu, mengapa hal ini terjadi?
Mungkin mereka tak mau menjawab secara jujur. Namun, seringkali kemiskinan itu bukan karena kamu yang malas, melainkan sudah menjadi masalah struktural, bahwa ada struktur sosial (kebijakan, sumberdaya, nilai-nilai dan kepercayaan) yang membuat sebagian orang menjadi miskin, dan segelintir orang kaya raya.
Kalau kondisi demikian, apa yang bisa kamu lakukan? Hmm..
(Motivasi Dr. Yusdinur. Depok, Maret 2025)
Foto: pinterest.com

















































