Oleh Fakhruddin dan Yusdinur Usman
Tantangan krisis iklim yang kita hadapi dewasa ini membutuhkan pendekatan dan inovasi dalam mencari solusi, baik di tingkat kebijakan, strategi, konsep, dan penggunaan teknologi. Apalagi, perubahan iklim merupakan tantangan global yang mendesak, sehingga solusi inovatif diperlukan untuk mengatasinya. Diantara banyak pendekatan yang dikembangkan oleh para ahli, salah satu pendekatan yang menjanjikan adalah Solusi Berbasis Alam (Nature-based Solutions-NBS). Berbeda dengan pendekatan lain yang fokus pada kekuatan strategi manusia dan teknologi, NBS memanfaatkan kekuatan alam untuk mengatasi tantangan sosial, ekonomi, dan lingkungan, termasuk perubahan iklim.
Definisi dan Prinsip NBS
NBS didefinisikan sebagai tindakan untuk melindungi, secara berkelanjutan mengelola, dan memulihkan ekosistem alami atau yang dimodifikasi, yang mengatasi tantangan masyarakat secara efektif dan adaptif, secara bersamaan memberikankesejahteraan kepada manusia dan manfaat bagi perlindungan keanekaragaman hayati.Prinsip-prinsip utama NBS meliputi:
- Keberlanjutan, yakni memastikan bahwa solusi tersebut layak secara ekologis, sosial, dan ekonomi dalam jangka panjang.
- Adaptasi, yaitu mengakui bahwa ekosistem bersifat dinamis dan perlu dikelola secara adaptif untuk menghadapi perubahan iklim.
- Manfaat ganda, dengan memberikan manfaat bagi manusia dan keanekaragaman hayati.
- Inklusivitas, melalui pelibatan masyarakat lokal dan pemangku kepentingan lainnya dalam perencanaan dan pelaksanaan.
Penerapan Pendekatan NBS
NBS umumnya diterapkan untuk menangani tantangan perubahan iklim berbasis lahan. Karena itu, NBS dapat diterapkan di berbagai ekosistem, termasuk hutan, lahan basah, lahan pertanian, dan perkotaan. Beberapa contoh penerapan NBS meliputi:
- Restorasi hutan. Hutan menyerap karbon dioksida dari atmosfer, membantu mengurangi perubahan iklim. Restorasi hutan juga meningkatkan keanekaragaman hayati, melindungi daerah aliran sungai, dan menyediakan mata pencaharian bagi masyarakat lokal.
- Pengelolaan lahan basah. Lahan basah menyimpan sejumlah besar karbon dan memberikan perlindungan terhadap banjir. Pengelolaan lahan basah yang berkelanjutan dapat membantu mengurangi perubahan iklim dan meningkatkan ketahanan terhadap bencana alam.
- Pertanian berkelanjutan. Praktik pertanian berkelanjutan, seperti agroforestri dan pertanian konservasi, dapat meningkatkan penyimpanan karbon di tanah, mengurangi emisi gas rumah kaca, dan meningkatkan ketahanan pangan.
- Infrastruktur hijau perkotaan. Ruang hijau perkotaan, seperti taman dan atap hijau, dapat membantu mengurangi efek pulau panas perkotaan, meningkatkan kualitas udara, dan mengurangi risiko banjir.
Peran NBS dalam Mitigasi dan Adaptasi Iklim
Pendekatan Nature-based Solutions (NBS) atau Solusi Berbasis Alam menawarkan berbagai manfaat signifikan dalam penanganan perubahan iklim, baik dari segi mitigasi maupun adaptasi. Berikut adalah beberapa manfaat utama dari pendekatan NBS:
1. Mitigasi Perubahan Iklim
Peran mitigasi perubahan iklim melalui penyerapan karbon. Ekosistem alami seperti hutan, lahan gambut, dan mangrove memiliki kemampuan untuk menyerap dan menyimpan karbon dioksida (CO2) dari atmosfer. Restorasi dan konservasi ekosistem ini dapat meningkatkan kapasitas penyerapan karbon, membantu mengurangi konsentrasi gas rumah kaca. Pendekatan NBS juga berperan pengurangan emisi melalui praktik pertanian berkelanjutan, pengelolaan hutan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan, dan restorasi lahan gambut dapat mengurangi emisi gas rumah kaca dari sektor-sektor ini.
2. Adaptasi terhadap Perubahan Iklim:
Sejumlah peran adaptasi yang bisa dilakukan dengan pendekatan NBS adalah sebagai berikut:
- Pengendalian banjir, dimana restorasi lahan basah dan mangrove dapat berfungsi sebagai penghalang alami terhadap banjir, menyerap air berlebih dan mengurangi risiko banjir di wilayah pesisir dan dataran rendah. Selain itu, infrastruktur hijau seperti taman kota dan atap hijau dapat membantu menyerap air hujan dan mengurangi risiko banjir perkotaan.
- Pengurangan risiko bencana, dimana hutan bakau dan terumbu karang melindungi wilayah pesisir dari gelombang badai dan erosi. Penghijauan kembali daerah aliran sungai dapat mengurangi risiko tanah longsor.
- Peningkatan ketahanan pangan melalui praktik pertanian berkelanjutan seperti agroforestri dan konservasi tanah dapat meningkatkan ketahanan pangan terhadap dampak perubahan iklim seperti kekeringan dan perubahan pola curah hujan.
- Pengurangan gelombang panas, dimana ruang hijau di perkotaan dapat mengurangi suhu perkotaan, mengurangi dampak gelombang panas.
- Peningkatan keanekaragaman hayati, bahwa NBS seringkali melibatkan restorasi dan konservasi ekosistem, yang dapat meningkatkan keanekaragaman hayati dan menyediakan habitat bagi berbagai spesies.
- Peningkatan Kualitas air dan udara, dimana ekosistem alami berfungsi sebagai penyaring alami, meningkatkan kualitas air dan udara.
- Peningkatan kesejahteraan manusia, bahwa NBS dapat memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan budaya, seperti peningkatan pariwisata, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesehatan masyarakat.
Tantangan Implementasi NBS
Meskipun NBS menawarkan potensi besar, ada beberapa tantangan yang perlu diatasi, termasuk (1) Pendanaan, dimana NBS seringkali membutuhkan investasi awal yang signifikan. (2) Tata kelola, bahwa NBS memerlukan tata kelola yang efektif untuk memastikan bahwa NBS diterapkan secara berkelanjutan dan inklusif. (3) Pengukuran dan pemantauan, dimana diperlukan metode yang kuat untuk mengukur dan memantau dampak NBS.
Untuk memperkuat pendekatan NBS, diperlukan upaya untuk meningkatkan kesadaran para pemangku kepentingan akan peran dan manfaat NBS. Karena itu, dukungan dari pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil menjadi sangat penting dalam menciptakan momentum untuk mempercepat penerapan NBS. Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin global dalam NBS. Indonesia memiliki hutan hujan tropis yang luas, lahan basah, dan keanekaragaman hayati yang kaya. Pemerintah Indonesia juga telah berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan meningkatkan ketahanan iklim. #

























