• Latest
  • Trending
  • All
  • Cerita
  • Kolom
Kekuasaan, Kritik, dan Ruang Publik Kita

Kekuasaan, Kritik, dan Ruang Publik Kita

6 April 2026
Transforming Users into Guardians: The Role of Digital Literacy among Youth in Breaking the Chain of Trafficking in Persons

Transforming Users into Guardians: The Role of Digital Literacy among Youth in Breaking the Chain of Trafficking in Persons

18 March 2026
Synergistic Multi-Sector Strategies in Combating Trafficking in Persons: Identifying Key Determinants and Prevention Mechanisms for Youth At Risk

Synergistic Multi-Sector Strategies in Combating Trafficking in Persons: Identifying Key Determinants and Prevention Mechanisms for Youth At Risk

16 March 2026
Dilema Modernitas: Pudarnya Jejak Kearifan Lokal di Tanah Nusantara

Dilema Modernitas: Pudarnya Jejak Kearifan Lokal di Tanah Nusantara

2 February 2026
Nature-based Solutions (NBS) untuk Krisis Iklim

Nature-based Solutions (NBS) untuk Krisis Iklim

12 December 2025
Etika Global, Mimpi Perubahan dan Cita Ideal Masyarakat Madani

Etika Global, Mimpi Perubahan dan Cita Ideal Masyarakat Madani

1 September 2025
Modernitas, Kemunduran Peradaban, dan Tantangan Ummat

Modernitas, Kemunduran Peradaban, dan Tantangan Ummat

20 July 2025
Tantangan Transisi Energi untuk Mitigasi Iklim

Tantangan Transisi Energi untuk Mitigasi Iklim

25 June 2025
Arah Agenda Politik Kehutanan Pasca Orde Baru

Arah Agenda Politik Kehutanan Pasca Orde Baru

16 June 2025
Kepemimpinan Global

Kepemimpinan Global

20 April 2025
Kekuasaan, Oligarkhi Dan Masa Depan Demokrasi Kita

Kekuasaan, Oligarkhi Dan Masa Depan Demokrasi Kita

16 April 2025
Adaptasi Iklim: Wacana Elit dan Kearifan Lokal

Adaptasi Iklim: Wacana Elit dan Kearifan Lokal

11 April 2025
Kapasitas Korporasi dalam Transformasi Konflik Sosial

Kapasitas Korporasi dalam Transformasi Konflik Sosial

7 April 2025
  • About Blog
  • Dr. Yusdinur Usman
  • Email
Thursday, 16 April 2026
No Result
View All Result
Blog Dr. Yusdinur Usman
No Result
View All Result
Home Kolom

Kekuasaan, Kritik, dan Ruang Publik Kita

by Yusdi
6 April 2026
in Kolom
0
Kekuasaan, Kritik, dan Ruang Publik Kita
536
SHARES
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kolom Dr. Yusdinur Usman

“… masyarakat yang baik (good society) sangat bergantung pada kemampuan dalam mengkritik dan merekonstruksi tradisi-tradisinya sendiri secara terus-menerus…”

Fenomena kekuasaan di Indonesia dewasa ini menunjukkan pergeseran yang cukup signifikan dalam memaknai ruang publik. Alih-alih menjadi arena deliberasi yang sehat, ruang publik kian menyempit akibat dominasi narasi kekuasaan yang sering kali mengabaikan aspirasi publik. Padahal, ruang publik menjadi pilar penting dalam proses demokrasi deliberatif, seperti kata Habermas, ia menjadi a realm of our social life in which something approaching public opinion can be formed.

Secara ideal, ruang publik menjadi jembatan deliberatif antara publik dan kekuasaan. Namun, sikap aktor-aktor powerful dalam ruang publik yang cenderung defensif terhadap kritik, cukup mengkhawatirkan. Kritik yang lahir dari kegelisahan warga sering kali dijawab dengan narasi kontra-persepsi melalui kanal-kanal digital. Hal ini menciptakan polarisasi yang tajam, dimana jarak antara penguasa dan publik semakin diperlebar oleh narasi dan retorika yang kaku dalam ruang publik. Kekuasaan lalu tampil sebagai entitas yang monolitik, di mana kritik dianggap sebagai gangguan terhadap stabilitas ketimbang sebagai instrumen evaluasi kebijakan.

Keengganan aktor-aktor powerful untuk mendengar masukan publik secara substantif menjadi indikasi melemahnya komitmen terhadap demokrasi deliberatif. Konsultasi publik sering kali hanya dilakukan sebagai formalitas administratif untuk memenuhi syarat prosedural, bukan sebagai upaya tulus untuk menyerap perspektif publik. Akibatnya, kebijakan publik yang dihasilkan banyak mengalami resistensi kuat di lapangan karena dianggap tidak akomodatif.

Di sisi lain, ketidakselarasan antara kebijakan dan bukti ilmiah (evidence-based policy) juga berdampak pada efektivitas penanganan kebijakan-kebijakan krusial, seperti MBG, Koperasi Merah Putih, food estate, termasuk bagaimana merespon fenomena global seperti keterlibatan dalam BOP, konflik Iran, posisi dalam Gerakan Non-Blok, dan sebagainya.

Fenomena “anti-intelektualisme” dalam politik praktis juga turut memperparah keadaan. Argumen-argumen rasional yang dibangun berdasarkan riset sering kali dipatahkan oleh kepentingan politik atau klaim tentang kemajuan pembangunan. Hal ini menciptakan degradasi kualitas diskursus dalam ruang publik, dimana kebenaran objektif terkubur di bawah tumpukan narasi dominatif.

Menghadapi tantangan ini, kembalinya semangat intelektualisme dalam ruang publik menjadi kebutuhan yang mendesak. Ilmu pengetahuan harus ditempatkan kembali pada posisi terhormat sebagai kompas dalam merumuskan kebijakan. Tanpa landasan ilmiah yang kuat, negara akan terus berjalan dalam kegelapan eksperimentasi kebijakan yang berisiko tinggi bagi kesejahteraan masyarakat dan masa depan bangsa.

Pemerintah perlu menyadari bahwa kritik adalah tanda cinta dari warga negara yang menginginkan perbaikan. Sikap anti-kritik hanya akan menciptakan bom waktu ketidakpuasan sosial yang dapat meledak sewaktu-waktu. Mendengar masukan publik bukan berarti lemah, melainkan menunjukkan kedewasaan dalam bernegara dan pengakuan terhadap kedaulatan rakyat yang sesungguhnya.

Pada akhirnya, rekonstruksi hubungan antara kekuasaan dan ruang publik memerlukan kemauan politik yang kuat dari para elit. Transformasi dari pola kekuasaan yang bersifat dominatif menjadi komunikatif adalah kunci penting yang harus dilakukan. Ruang publik harus dikembalikan fungsinya sebagai laboratorium ide, dimana ilmu pengetahuan, etika, dan aspirasi warga bertemu untuk merumuskan masa depan Indonesia yang lebih adil dan berkelanjutan.

Seperti kata Habermas, masyarakat yang baik (good society) sangat bergantung pada kemampuan dalam mengkritik dan merekonstruksi tradisi-tradisinya sendiri secara terus-menerus, terutama tradisi kekuasaan yang menjauh dari proses deliberatif. “… society is indeed depending on a proper continuation, reconstruction, and criticism of its own traditions…” (Jürgen Habermas, 2007). #

Tags: demokrasi deliberatifkekuasaanruang publik
SendShare214Tweet134
Yusdi

Yusdi

Related Posts

Kepemimpinan Global

Kepemimpinan Global

by Yusdi
20 April 2025
0

Kolom Dr. Yusdinur Usman Perubahan dunia berlangsung sangat cepat. Perkembangan teknologi informasi membuat ruang dan jarak menjadi sempit. Kehidupan kita...

Antisipasi Krisis Multidimensi

Antisipasi Krisis Multidimensi

by Yusdi
5 April 2025
0

Kolom Dr. Yusdinur Usman Barangkali—Presiden Prabowo sudah memperkirakan bahwa di awal pemerintahannya akan terjadi gejolak politik dan ekonomi. Bagaimanapun, berbagai...

Jangan Abai Sekolahmu

Jangan Abai Sekolahmu

by Yusdi
19 March 2025
0

Kolom Dr. Yusdinur Usman Di media sosial, banyak orang mempertentangkan penting tidaknya sekolah untuk mencapai sukses dan menjadi kaya. Sebagian...

Kebencian itu..

Kebencian itu..

by Yusdi
18 March 2025
0

Kolom Dr. Yusdinur Usman “If people can learn to hate, they can be taught to love” (Nelson Mandela). Entah mengapa...

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kekuasaan, Oligarkhi Dan Masa Depan Demokrasi Kita

Kekuasaan, Oligarkhi Dan Masa Depan Demokrasi Kita

16 April 2025
Antisipasi Krisis Multidimensi

Antisipasi Krisis Multidimensi

5 April 2025
Kekuasaan, Kritik, dan Ruang Publik Kita

Kekuasaan, Kritik, dan Ruang Publik Kita

6 April 2026
Konflik Politik dan Pembelahan Sosial: Tinjauan Teoritis

Konflik Politik dan Pembelahan Sosial: Tinjauan Teoritis

0
Pembelahan Sosial Pada Periode Awal Kemerdekaan

Pembelahan Sosial Pada Periode Awal Kemerdekaan

0
Masyarakat Baik

Masyarakat Baik

0
Kekuasaan, Kritik, dan Ruang Publik Kita

Kekuasaan, Kritik, dan Ruang Publik Kita

6 April 2026
Transforming Users into Guardians: The Role of Digital Literacy among Youth in Breaking the Chain of Trafficking in Persons

Transforming Users into Guardians: The Role of Digital Literacy among Youth in Breaking the Chain of Trafficking in Persons

18 March 2026
Synergistic Multi-Sector Strategies in Combating Trafficking in Persons: Identifying Key Determinants and Prevention Mechanisms for Youth At Risk

Synergistic Multi-Sector Strategies in Combating Trafficking in Persons: Identifying Key Determinants and Prevention Mechanisms for Youth At Risk

16 March 2026
Blog Dr. Yusdinur Usman

Copyright ©2026

Tentang

  • About Blog
  • Dr. Yusdinur Usman
  • Email

Medsos

No Result
View All Result

Copyright ©2026